Dari kecil waktu saya masih duduk di bangku sekolah dasar (SD) saya sudah mengenal namanya balap sepeda BMX atau ditempat kami sering disebut Cross Sepeda, kelasnya pun macam-macam ada kelas sepeda jenis BMX ukuran normal / standar , ada kelas sepeda Phoenix ( sepeda ibu-ibu yg ada keranjangnya di depan ) tapi sudah dimodifikasi khusus untuk balap, dan ada kelas sepeda BMX kecil (sepeda yang biasa dipakai anak kecil) . Waktu itu saya masih belum belum meiliki Sepeda jadi saya hanya bisa melihat teman saja balapan, namun suatu hari saya dibelikan orang tua saya sepeda BMX saya cukup senang karena saya bisa ikut Cross sepeda BMX.

Saya merasa bakat saya di BMX kurang begitu timbul karena setiap saya ikut kejuaraan saya selalu gagal untuk bisa juara, lama kelamaan saya jadi jarang bersepeda, apa lagi waktu masuk SMP saya dibeklikan motor baru jadi saya lebih sering bermotor dari pada sepeda, yang akhirnya sepeda saya dijual untuk keperluan orang tua saya.

Sekarang setelah saya lulus SMA dan udah berumur 23 tahun saya kembali ingin mencoba jadi pembalap sepeda BMX, karena saya sering melihat di Youtube kejuaraan-kejuaraan diluar negri, dan para pembalap Indonesia pun sudah mulai berpartisipasi ikut perlombaan-perlombaan diluar negri misalnya yang saya tau seperti Teh Risa Suseanty dan Tony Syarifudin, mereka adalah pembalap hebat dan sering dipercaya ikuta kejuaraan diluar negri, dan mereka ber dua juga juara saat mengikuti PON di Kaltim.

Entah mengapa saya tidak pernah berpikir saya terlalu tua untuk ikut / mulai membalap lagi karena karena umur saya sudah 23 tahun sekarang, yang saya pikirkan adalah bagaimana nikmat, kesenangannya dan keramaian untuk beradu kecepatan dan skill dalam melewati lintasan yang telah dibuat.

Teman saya yang biasa latihan bersama Ernanda Catur sekarang  ikut kejuaraan BMX di Purwokerto, semoga dia mendapatkan hasil dan saya bisa ikut dalam kejuaraan-kejuaraan yang akan diadakan selanjutnya. Saya tidak bisa ikut karena keterbatasan dana dan masih dalam tahap latihan.